puisi penutupan OSKM 2004
“ Kulihat disana sinarmu merekah………
Berikanlah cahayamu… bagi negeriku…….
Dengarlah suara seruan rakyatmu………
Tertindas terbelenggu menanti tanganmu…….
Berikanlah cahayamu… bagi negeriku……… ”
Dengar.......
Tanah ini tercabik-cabik keserakahan
Lihat........
Kabut derita jadi selimut bangsa ini
Rasakan........
Mentari bangsa perlahan tenggelam
Gelap.......lelah.........
Seribu langkah telah kujejak
Sungai telah alirkan darah
Hujan telah menjadi keringat
Aku meringis dalam ratap kematian
Waktu hanya menatap dan semakin menjauh
Akankah nyawa baruku telah hadir ?
Akankah nafas-nafasku telah berkumpul berseru
“Aku di sisimu.....raga yang lelah ! ”
Hhhh........
Senja ini masih seperti senja-senja kemarin
Aku menatap berharap
Pekat sinarmu akan datang menjelang
Terangi jalan panjangku yang gelap
Tapi.......oh........akankah kau hadir...... ?
Kau nafasku, kau nafasku, kau nafasku.........
Saat kutatap diriku
Tak lagi mulia tuk kujaga
Kuharap ........
Kau....... jiwa-jiwa berikutnya saat aku pudar
Kau....... panji-panji yang berkibar saat ku patah lelah
Kau....... putih kebenaran saat hitam mengungkungku
Bersamamu........
Peluru menyalak merobek lehermu
Aku tak takut.........
Bersamamu.........
Hadangan rantai belenggu tirani kejam
Aku berani..........
Hari ini..........
Sinarmu terbit di ufuk suci
Pijarnya hangatkan sudut negeri
Hari ini, hari milikku, hari milikmu
Fajar hari ini adalah fajar perubahan
Selamat datang kawanku !
Selamat datang di inkubator perubahan
Keringat perjuangan adalah pintunya
Angin kebebasan adalah jendelanya
Gelora semangat adalah udaranya
Satria srikandi bangsa adalah penjaganya
Selamat datang nafas-nafas segar
Hirup kebebasan, hembus keadilan
Himpun keping-keping perjuangan
Satu untuk tanah kita
Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater
Merdeka....... !!!
By : Elma Fitria
( + sumbangan kata-kata dari Ardian)

















No comments:
Post a Comment